Selamat ulang tahun yang ke-24, mas Ten. Semoga Tuhan selalu melimpahkan kebahagiaan dan semoga panjang umur untukmu serta hal-hal baik yang datang padamu.
Apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu dan berkabar. Aku menghargai kehidupanmu. Semoga kamu adalah orang yang masih sama seperti dulu, yang sangat hebat dengan segala kebaikanmu.
Maaf jika aku lancang menuraikan banyak hal dalam tulisan ini. Aku menulis ini bukan untuk mencuri perhatianmu. Tidak. Aku menulis ini hanya karena aku rindu. Tidak kah kamu merasakannya juga? Aku harap kamu sempat merindukan aku walau hanya semalam. Setidaknya kamu ingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Aku masih ingat saat pertama kali kita bertemu. Kita terlihat canggung lalu saling tersenyum. Hari itu adalah hari yang sangat aku tunggu, tetapi aku tidak pernah mengatakan padamu karena malu. Hehe. Kamu sangat baik dan menghargaiku, first impression ku kala itu. Selain bahagia dengan perhatian yang kamu selalu berikan padaku, aku juga banyak tersenyum saat kamu marah. Karena aku tahu, saat kamu marah saat itu pula kamu sangat tidak ingin aku terluka.
Aku tidak tahu, apakah kamu pernah mencintaiku atau tidak. Apakah aku ada dalam ingatanmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakan hal itu. Kamu membuatku mengenal banyak hal. Kamu membuat aku belajar untuk menerima segala keadaan yang ada. Kamu membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.
Untuk mas Tendy,
Maaf jika aku sempat membuatmu kesal dengan sikapku yang kekanak-kanakan. Yang sering mengeluh dengan segala masalah. Kamu selalu mendengarkan cerita-cerita ku yang mungkin tidak begitu penting, dan lagi, aku terlambat menyadari jika kamu selalu ada saat aku berkata bahwa aku butuh tempat berkeluh kesah. Aku tau aku pernah salah berucap yang mungkin kamu berfikir bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun kepadamu, tapi aku tidak peduli saat itu dan berfikir bahwa semua akan baik-baik saja. Ternyata, cinta itu menyakitkan ketika kamu pergi.
Aku rasa, kita tidak memulai dengan cara yang salah. Tetapi, mengapa ini masih saja berakhir dengan luka? Aku tidak ingin menyalahkan siapapun, karena perihal perasaan semua orang akan merasa benar.
Apakah kamu ingat, tepat hari ini, satu tahun yang lalu. Kamu membuat aku merasa seakan tidak ingin hari dan situasi saat itu berakhir. Kamu mengatakan tidak ingin dibenci olehku karena melakukan kebiasaan buruk yang ‘katamu’ aku tidak suka. Aku bilang tidak apa-apa dan aku tidak membencimu. Saat itu, aku tidak memiliki alasan untuk membenci dan menjauhimu karena hal itu tidak pernah ada dalam hatiku sejak pertama kali kita berkomunikasi. Yang aku tau aku hanya ingin terus bersamamu, kala itu.
Mas Ten, kali ini aku ingin berpesan padamu sebagai teman. Jangan membenci atau menyalahkan dirimu atas apa yang telah terjadi padamu di masa lalu. Perihal kelamnya hidup dan buruknya percintaan. Kita semua memiliki masa lalu yang tidak harus semua orang tau, karena kita berhak menentukan kehidupan masa depan seperti apa yang akan kita jalani.
Jika kamu bertanya apakah aku menyesal karena telah mencintaimu lalu kehilanganmu? Tentu saja tidak. Hanya saja, aku pernah mengira bahwa apa yang sempat kamu ucap adalah yang sebenarnya. Saat kamu berkata tidak akan meninggalkan dan mengecewakan aku jika aku bisa menerima segala tentangmu dan hatimu. Entah aku salah memberikan rasa percaya atau kamu yang memang sengaja membuatku jatuh cinta dan terluka di waktu yang sama.
Jika memang kita hanyalah sebuah perasaan yang pernah mampir dan dan hanya sebatas kata hampir, semoga kita berdua sama-sama bahagia dengan cara dan jalan masing-masing.
Terimakasih kamu pernah menjadi perjalananku. Ada rasa manis dan pahit dalam hidup. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Terimakasih. untuk sempat hadir lalu pergi dan untuk pernah memulai lalu mengakhiri.
Sekali lagi, selamat ulang tahun mas Ten. Selalu ku ulang doa agar Tuhan memberimu dan aku umur yang panjang dan selalu sehat agar kita bisa bertemu kembali. Terima kasih sudah pernah sangat baik padaku. Terima kasih juga sudah mau membaca tulisan ini.
Dani Damayanti
di Surakarta
Selamat mendengarkan salah satu lagu favoritku sebagai teman istirahatmu❤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar